Tempat wisata Aceh jantho

Jantho Miliki Taman Safari
Selasa, 22 Januari 2020
Jantho Miliki Taman Safari

Dan jika anda butuh kendaraan untuk mengelilingi Aceh Anda bisa menyewa mobil di RENTAL MOBIL ACEH

  • Koleksi Ratusan Satwa

JANTHO – Kabupaten Aceh Besar memang kaya akan obyek liburan, bagus di laut ataupun alam (gunung). Ialah Taman Safari Gunung Putih Lestari (GPL).

Di taman safari ini, Cut Fit memiliki banyak spesies burung dan mamalia. Kecuali mengoleksi satwa yang berasal dari dalam negeri, Cut Fit juga mendatangkan binatang dari luar negeri, malah sebagiannya telah jinak.

Di antaranya burung besar yang tidak dapat terbang seperti burung unta dari timur tengah , burung rhea dari amerika selatan, burung emu dari australia, dan kasuari da papua. Ada juga burung merak, kambing batu, rusa dan masih bayak lagi satwa lainnya.
Dikala ini Cut Fit juga sedang mendatangkan binatang-binatang yang hidup di Benua Amerika dan Afrika. Seperti unta, alpaka ialah hewan menyusui yang berasal dari Amerika Selatan, dan llama yang juga autentik Amerika Selatan.

Kebun hewan yang mempunyai luas 60 hektare itu juga dikemas dengan balutan taman bunga yang menawan. Di sana juga ada restoran dan pondok-pondok kecil sebagai daerah rehat. dan juga ada kolam renang nya juga loh.

Berdasarkan Cut Fit, kebun hewan miliknya itu berbeda dengan kebun hewan pada biasanya. dan juga taman ini menggunakan syariat islam “Sebab berkonsep syariat Islam, pengunjung yang datang tak boleh nonmuhrim. Bagi yang nonmuslim juga sepatutnya mematuhi adat lokal,” katanya terhadap Serambi, dikala mengamati seketika kebun safari itu, Kamis (17/1).

Cut Fit menambahkan, kebun hewan itu direncanakan akan dibuka secara sah pada bulan Rajab 1440 Hijriah atau sekitar bulan Maret 2019. “Dikala ini sedang melaksanakan cara kerja finishing,” ujarnya dipandu Manajer dan Pengawas Kebun Hewan GPL, Munawar.

Kebun hewan itu dibangun tak terlepas dari rasa sayang dan cinta Cut Fit terhadap satwa. Itu juga menjadi cita-citanya semenjak kecil. Sebelum membangun taman safari itu, dia sudah mempunyai kebun hewan mini di rumahnya. Tujuan dari membangun kebun hewan untuk melestarikan dan menyelamatkan satwa langka dari kepunahan.

Semenjak dibangun sampai sekarang, kata Cut Fit, eksistensi kebun hewannya minim perhatian pemerintah bagus Pemerintah Aceh ataupun Pemkab Aceh Besar. Di sisi lain, Cut Fit juga ingin Balai Konservasi Sumber Kekuatan Alam (BKSDA) Aceh dapat memfasilitasi pihaknya dalam mendatangkan hewan dari luar Aceh untuk dilestarikan di kebun hewannya.

“Aku ingin BKSDA dapat menolong memfasilitasi dalam penerbitan izin dikala kami mendatangkan hewan dari luar Aceh untuk di konservasi (dilindungi dan dilestarikan) di kebun hewan aku,” kata pria yang gemar bersosial dan dikala ini merawat 150 si kecil-si kecil dalam rehabilitasi narkoba di rumahnya.(mas)